Menjalani Kehidupan Penebusan

Standard

Hai! Perkenalkan, aku Ester Nugraheny Natalia Purba, atau biasa diapanggil Ester. Aku adalah pengurus harian PO UI. Saat ini sedang berkuliah di semester 6 Fakultas Teknik dan mengambil jurusan Teknik Elektro. Sudah 2 bulan ini aku membaca sebuah buku berjudul “Misi Umat Allah”. Buku ini menceritakan tentang bagaimana kita sebagai umat yang telah ditebus Allah, dapat menjalankan misi yang semula telah Allah tetapkan. Buku ini cukup baik, namun berat pembahasaannya, but I really recommend this book for you guys! Meskipun demikian, aku belum selesai membacanya sih. Mohon maaf ya, tapi aku sungguh-sungguh terberkati dengan buku ini dan rindu membagikannya buat kalian semua.

Lalu bagian yang ingin ku bagikan hari ini dari satu bab yang judulnya “Umat yang Ditebus untuk Menjalani Kehidupan Penebusan”. Well, aku yakin semua kita disini yakin telah ditebus ya. Apalagi baru beberapa minggu yang lalu kita ngadain paskah. Ya, sebenernya apa sih arti penebusan itu? Dalam bahasa Ibrani, penebusan adalah ga’al dan kata bendanya bagi seseorang yang melakukan tidakan penebusan adalah go’el. Di Israel, seorang bertindak sebagai go’el setiap kali ada anggota keluarga mereka yang diperlakukan secara keliru. Ada beberapa contoh perilaku penebusan yaitu:

* Menegakkan keadilan terhadap seorang pembunuh, jadi merupakan tugas anggota keluarga apabila ada keluarganya dibunuh untuk mencari pelakunya dan membawanya untuk diadili

* Menolong anggota dari utang atau perbudakan

* Mempertahankan nama keluarga seorang saudara agar tidak punah. Jadi saudara laki-laki harus menikahi janda saudaranya. Seperti juga yang dilakukan pada kisah Ruth.

Penebusan merupakan tugas dan peran yang signifikan. Allah telah menebus bangsa Israel dari perbudakan di mesir. Namun penebusan ini bukan kisah biasa, melainkan ada makna mendalam dari setiap dimensinya.

1. Politis. Allah menebus bangsa israel dari penindasan di mesir menuju bangsa yang merdeka secara politis

2. Ekonomi. Yaitu dari budah yang secara pribadi dieksploitasi, tidak memiliki tanah mereka sendiri, kini Allah menjanjikan suatu negeri yang baru.

3. Sosial. Hak asasi yang dulu direbut, kini telah ditebus sehingga mereka menghadapi kehidupan sosial dan tatanan hidup yang baru.

4. Spiritual, yaitu mereka kini dipimpin oleh Allah YHWH sendiri dan dapat beribadah kepada Allah. Perhatikan Kel.4:22-23.

Dari sini kita melihat bahwa penebusan adalah sebuah model yang holistik, tidak hanya bersifat ‘rohani’ saja melainkan seluruh aspek kehidupan kita telah ditebus oleh Allah. Kita tentu

POUI

Standard

POUI atau persekutuan Oikumene Universitas Indonesia adalah lembaga yang mewadahi setiap mahasiswa kristen yang ada di Universitas Indonesia. POUI berdiri pada 21 September 1966. POUI berdiri karena adanya kerinduan dari mahasiswa Fakultas teknik yang ingin memperluas pengenalan Firman Tuhan melalui Kelompok kecil yang terbentuk pada awalnya di fakultas Teknik. kerinduan ini membawa POUI bisa seperti sekarang dan sebagai bentuk karya keselamatan mula-mula Allah bagi setiap umat-Nya di UI.